Kamis, 02 Januari 2014

Download Macromedia Flash Professional 8 + KeyGen Gratis Full Version

Hallo ...
 Kali ini saya akan memperkenalkan anda dengan software pembuat animasi ... ??? ....

 Macromedia Flash ini buat orang-orang yang senang membuat animasi, film cartoon, dll

Kelebihan dari aplikasi Macromedia Flash :
      a.      Seorang pemula yang masih awam terhadap dunia desain dan animasi dapat dengan mudah mempelajari dan memahami macromedia flash tanpaharus dibekali dasar pengetahuan yang tinggi tentang bidang tersebut.
      b.      Pengguna  program Macromedia Flash dapat dengan mudah dan bebas dalam berkreasi membuat animasi dengan gerakan luwes(bebas)sesuai dengan alur adegan animasi yang diinginkan.
      c.       Macromedia flash ini dapat menghasilkan file dengan ukuran kecil. Hal ini dikarenakan, flash menggunakan animasi dengan berbasis vector  dan juga ukuran file flash yang kecil berdampak tidak dibutuhkannya waktu loading yang lama untuk membuka halaman web tersebut.
      d.      Macromedia Flash menghasilkan file bertipe (ekstensi).FLA yang bersifat fleksibel karena dapat mengkonersikan memjadi file berekstensi .swf, .html, .gif, .jpg, .png, .exe, .mov. Hal ini memungkinkan penggunaan program




Langsung saja di download
Read More ->>

Jumat, 26 Juli 2013

Naruto Shippuden Episode 322

Download Naruto Shippuden Episode 322



Kali Ini Saya Akan Memberi  Kalian video
Naruto Shippuden Episode 322
Yang Berjudul “Madara Uchiha”
Read More ->>

Kamis, 02 Mei 2013

Download Games Kungfu Panda Full Version


Kali Ini Saya Mau Share Tentang Game Kungfu Panda, Game Yang Lucu Plus Imut..
Saya Rasa kalian Sudah Pernah Lihat Filmnya Aksi Kocak Dan Seru Membuat Film Menjadi Wah..
Nah.. Langsung Aja Ya Kawan :D

Nih System Requirements

3D hardware accelerator card required - 100% DirectX(R) 9.0c-compliant 128 MB video card and drivers
Microsoft(R) Windows(R) XP
Pentium(R) 4 2.4GHz or Athlon XP(TM) 2400+ MHz or higher processor
512 MB of RAM
5700 MB of uncompressed hard disk space (plus 400 MB for the Windows(R) swap file and 12 KB free for saved games)
A 100% Windows(R) XP-compatible computer system including:
DirectX(R) 9.0c (Included)
100% DirectX(R) 9.0c-compliant true 16-bit sound card and drivers
100% Windows(R) XP-compatible mouse, keyboard and drivers
100% Windows(R) XP-compatible 6x speed DVD-ROM drive (600 K/sec sustained transfer rate) and drivers
nih SS nya bwt sobat glovers :D



                                                                              Download Kungfu Panda Indowebster Part 1

Download Kungfu Panda Indowebster Part 2

Download Kungfu Panda Indowebster Part 3

Password : indowebster4ever
Thanks To Uploader 

Cara Download
1. Download Semua Part
2. Rename File Hasil Download Yang Part 1 Menjadi "Kungfu.part1.rar", Kemudian Untuk Part 2   Rename Menjadi "Kungfu.part2.rar" , Kemudian Untuk Part 3 Rename Menjadi "Kungfu.part3.rar"
3. Letakkan Semua Part Dalam Satu Folder
4. Klik Kanan File "Kungfu.part1.rar" Kemudian Pilih Extract 

NB : Gunakan Winrar Atau Winzip , Atau Sejenisnya :D
Sekian dulu , semoga bermanfaat :D
Read More ->>

Kisah Nabi Yunus AS

Yusuf adalah putra Nabi Ya'qub. Di antara dua betas orang anak-anak Ya'qub, Yusuf dan Bunyaminlah yang paling dicintai. Hal ini menimbulkan e iri hati saudara-saudaranya yang lain.

Yusuf wajahnya sangat tampan, lebih tampan daripada saudarasaudaranya yang lain. Bentuk tubuhnya sangat bagus. Terlebih setelah ibunya (Rahil) meninggal dunia maka is makin disayang oleh ayahnya....                                                                                                                    '
Pada suatu malam is bermimpi. la melihat sebelas bintang bulan dan matahari bersujud kepadanya. Esok harinya is ceritakan hat itu kepada ayahnya.

"Sebelas bintang adalah saudara-saudaramu. Matahari adalah ayahmu. Bulan adalah ibumu. Semua akan menghormatimu. Kelak kau akan jadi orang besar, maka jangan sampai saudara-saudaramu tahu. Jika saudaramu tahu mereka akan mencelakakanmu."
Namun tanpa setahu Yusuf dan ayahnyaa ternyata salah seorang saudaranya mengetahui pembicaraan ayahnya itu.
Sejak saat itu mereka makin membenci Yusuf dan selalu berusaha mencelakakannya. Pada suatu hari mereka meminta izin kepada Nabi Ya' club untuk mengajakYusuf berburu binatang.
Mula-mula Nabi Ya'qub tidak mengijinkan, tapi setelah mereka menunjukkan kesanggupannya menjaga Yusuf dari bahaya maka Nabi Ya'qub tidak melarangnya lagi. Yusuf boleh ikut berburu. Tinggal Bunyamin yang menemani Nabi Ya'qub di rumah.
Di tengah hutan, setelah berburu tiba-tiba mereka menangkap Yusuf.
"Hei, mau kalian apakan aku ini?"protes Yusuf.
"Diam!" bentak salah seorang kakaknya.
Mereka hendak membunuh Yusuf, namun tidak sampai hati. Salah seorang mengusulkan agar dimasukkan saja ke dalam sumur. Pasti ada a khafilah yang akan mengambilnya dan Yusuf pasti akan dijual sebagai budak. Dengan demikian Yusuf tersingkir dari keluarga Ya'qub. Usul itu disetujui.

Dengan paksa baju gamis Yusuf mereka lepas. Yusuf yang masih kecil tak berdaya ketika saudara-saudaranya yang lebih besar memasukkannya ke dalam sumur.

Mereka kemudian membunuh hewan, darahnya ditumpahkan ke baju Yusuf. Setelah pulang mereka berkata bahwa Yusuf telah dimakan serigala hingga bajunya berlumuran darah.

Nabi Ya'qub sangat sedih mendengar hal itu. Demikian sangat kesedihannya sehingga selalu menangis dan matanya menjadi buta.

Tags : cerita kisah islami, kisah islam, sejarah nabi muhammad, cerita cerita nyata, cerita islam, kisah islami, kisah cerita islam, cerita islami, kisah mengharukan cinta, teladan islam, kisah nyata islami, kisah inspiratif islami, kisah inspirasi islami, kisah teladan islam, kisah hikmah islami, cerita nabi, kisah kisah islami, kisah anak islami, cerita cerita nabi, cerita kisah nabi, cerita sejarah nabi, teladan islam, kisah teladan, kisah islam, kata kata mutiara, kata mutiara mutiara

Read More ->>

Minggu, 28 April 2013

Kisah Nabi Ilyas AS

Ilyas berulang kali memperingatkan kaumnya, namun mereka tetap durhaka. Karena itulah Allah menurunkan musibah kekeringan selama bertahun-tahun, sehingga mereka baru tersadar bahwa seruan Nabi Ilyas itu benar. Setelah kaumnya tersadar, Nabi Ilyas AS berdoa kepada Allah SWT agar musibah kekeringan itu dihentikan. Namun setelah musibah itu berhenti, dan perekonomian mereka memulih, mereka kembali durhaka kepada Allah SWT. Akhirnya kaum Nabi Ilyas kembali ditimpa musibah yang lebih berat daripada sebelumnya, yaitu gempa bumi yang dahsyat sehingga mereka mati bergelimpangan.

Selesailah halaman kehidupan dunia dan mereka dihadirkan di hadapan Allah pada hari kiamat. Allah menceritakan hal tersebut dalam firman-Nya:
“Dan sesungguhnya Ilyas termasuk salah seorang dari rasul-rasul. (Ingatlah) ketika ia berkata kepada kaumnya: ‘Mengapa kamu tidak bertakwa? Pantaskah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta, yaitu Allah Tuhanmu dan Tuhan bapak-bapakmu yang terdahulu?’ Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret (ke neraka), kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa). Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian yang baik) di halangan orang-orang yang datang kemudian. (Yaitu) kesejahteran dilimpahkan atas Ilyas? Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan hepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.” (QS. ash-Shaffat: 123-132)”

Hanya ayat-ayat yang pendek ini yang Allah sebutkan berkaitan dengan kisah Nabi Ilyas. Dan pendapat yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa Ilyas adalah seorang Nabi yang bernama Ilya dalam Taurat. Injil Barnabas mengemukakan nasihat-nasihat Ilya. Tentu nasihat-nasihat tersebut tidak begitu terkenal dalam Taurat. Kami akan menyebutkan nasihat-nasihat tersebut karena di dalamnya terdapat hikmah yang dalam dan ketulusan hati. Pesan tersebut terdapat dalam injil Barnabas dari ayat 23 sampai ayat 49. Disebutkan di dalamnya bahwa “Ilya adalah hamba Allah. Hal ini ditulis bagi semua orang yang menginginkan untuk berjalan bersama Allah Pencipta mereka. Sesungguhnya orang yang suka untuk banyak belajar maka ia akan sedikit takut kepada Allah. Karena orang yang takut kepada Allah maka ia akan merasa puas untuk mengetahui apa-apa yang diinginkan Allah saja. Hendaklah orang-orang yang menginginkan untuk mengerjakan amal-amal yang saleh memperhatikan diri mereka karena seseorang tidak akan memperoleh manfaat ketika mendapati dunia mendapatkan keuntungan sementara ia mendapati kerugian.

Selanjutnya, hendaklah orang yang mengajari orang lain berusaha untuk lebih baik daripada orang lain karena tidak akan bermanfaat suatu nasihat yang diberikan oleh orang yang tidak mengamalkan apa yang dikatakannya. Sebab, bagaimana seorang yang salah dapat memperbaiki kehidupannya sementara ia mendengar seorang yang lebih buruk darinya berusaha untuk mengajarinya. Kemudian hendaklah orang yang mencari Allah berusaha lari dari percakapan dengan manusia karena Musa ketika berada sendirian di atas gunung Saina’ maka beliau menemukan Allah dan berdialog dengan-Nya sebagaimana seorang pecinta berdialog dengan kekasihnya.

Dan hendaklah orang-orang yang mencari Allah berusaha keluar sekali setiap tiga puluh kali ke tempat yang biasa di jadikan perkumpulan oleh masyarakat dunia. Karena boleh jadi ia dapat melakukan suatu amal pada satu hari saja namun dihitung amalnya itu selama dua tahun, khususnya berkaitan dengan pekerjaan yang di situ ia mencari ridha Allah. Hendaklah ketika ia berbicara tidak melihat ke arah mana pun kecuali ke arah dua kakinya, dan ketika ia berbicara hendaklah mengatakan hal yang penting saja. Hendaklah ketika ia makan tidak berdiri dari meja makan dalam keadaan kekenyangan.

Dan hendaklah mereka berpikir setiap hari karena boleh jadi mereka tidak akan menemui hari berikutnya. Dan hendaklah mereka benar-benar memanfaatkan waktu mereka sebagaimana mereka selalu bernapas. Hendaklah satu baju dari kulit binatang cukup untuk mereka. Hendaklah mereka setiap malam berusaha untuk tidur tidak lebih dari dua jam. Hendaklah mereka berusaha berdiri di tengah-tengah salat dengan rasa takut.

Kerjakanlah semua ini dalam rangka mengabdi kepada Allah dengan menjunjung tinggi syariat-Nya yang Allah SWT karuniakan kepada kalian melalui Nabi Musa. Karena dengan cara seperti ini, kalian akan menemukan Allah SWT dan kalian akan merasakan pada setiap zaman dan tempat bahwa kalian berada di bawah naungan Allah dan Dia akan selalu bersama kalian.” Demikianlah apa-apa yang disebutkan dalam Injil Barnabas melalui tulisan Ilya.
Read More ->>

Kisah Nabi Ilyasa AS

kali ini kita akan membahas mengenai kisah Nabi ilyasa AS pada zaman rasul dulu. nah ni kisah nabi kita nabi dan rasul ilyasa AS moga bermanfaat ya...Nabi Ilyasa adalah anak Akhtub bin 'Ajuz, yang lalu diangkat anak oleh Nabi Ilyas A.S. Beliau diangkat oleh Allah menjadi rasul sebagaimana telah tersebut di dalam AI Qur'an.
Artinya:
Adapun Ismail, Ilyasa, Yunus dan Luth, semuanya itu teiah Kami berikan kepadanya keiebihan derajatnya di atas umat (di masanya). (QS. Al An'aam: 86).
Pada zaman Nabi Ilyasa, rakyat hidup aman dan makmur karena umatnya selalu patuh kepada perintah dan ajaran Nabi Ilyasa. Kemudian setelah Nabi Ilyasa meninggal dunia, umatnya (Bani lsrail) meninggalkan hukum Taurat. Mereka mengambil jalan yang salah, yang makin hari makin bertambah kekufuran dan kedurhakaan mereka kepada Allah, sehingga Allah melenyapkan nikmat dan kesenangan dari mereka.


Ia putra dari paman Nabi Ilyas. Melaksanakan dakwah setelah Nabi Ilyas wafat. Karenanya dalam berdakwah ia berpegang pada syari’at dan metode nabi Ilyas. Al Qur’an tidak menguraikan tentang Nabi Ilyasa. Hanya dijelaskan.”Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa, Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik.”(Q.S. Shaad : 48)
Nabi ini termasuk hamba Allah yang terbaik. Konon nabi inilah yang disebut dalam kitab Taurat. Di antara mukjizatnya adalah menghidupkan kembali orang yang telah mati.
Ilyasa adalah rasul dari kalangan Bani Israel dari garis keturunan yang sama dengan Musa, Harun serta Ilyas. Nama Ilyasa disebut dalam kisah Ilyas, saat rasul itu dikejar-kejar kaumnya dan bersembunyi di rumah Ilyasa. Maka besar kemungkinan Ilyasa juga tinggal di seputar lembah sungai Yordania. Ketika Ilyas bersembunyi di rumahnya, Ilyasa masih seorang belia. Saat itu ia tengah menderita sakit. Ilyas membantu menyembuhkan penyakitnya. Setelah sembuh, Ilyasa pun menjadi sahabat Ilyas yang selalu mendampingi untuk menyeru ke jalan kebaikan. Ilyasa melanjutkan tugas tersebut begitu Ilyas meninggal. Ilyasa kemudian mendapati bahwa manusia ternyata begitu mudah kembali ke jalan sesat. Itu terjadi tak lama setelah Ilyas wafat. Padahal masyarakat lembah sungai Yordania itu sempat mengikuti seruan Ilyas agar meninggalkan pemujaannya pada berhala. Pada kalangan itulah Ilyasa tak lelah menyeru ke jalan kebaikan. Dikisahkan bahwa mereka tetap tak mau mendengar seruan Ilyasa, dan mereka kembali menanggung bencana kekeringan yang luar biasa.

Hikmah yang Terkandung dari Kisah Nabi Ilyasa'

1. Nabi Ilyasa adalah anak angkat Nabi Ilyas A.S. Kedua-duanya itu adalah rasul Allah.
2. Pada zaman Nabi lIyasa, umat Bani Israil hidup aman dan makmur, karena mereka adalah orang-orang yang taat kepada ajaran Allah yang disampaikan oleh Nabi lIyasa.
3. Setelah Nabi lIyasa wafat, umatnya kembali menjadi orang-orang yang durhaka kepada Allah. Allah melenyapkan segala ni,kmat dan kesenangan hid up, akhirnya mereka mendapat kesengsaraan. Selanjutnya pada zaman itu lahirlah Nabi Yunus A.S.
4. Tiap-tiap umat yang durhaka di muka bumi ini, didatangkanlah oleh Allah siksaan kepada mereka dan Allah mengganti lagi dengan umat yang baru.
demikian kisah dari Nabi ilyasa AS semoga bermanfaat.
Read More ->>

Kisah Naabi Yunus AS


Beliau adalah Nabi yang mulia yang bemama Yunus bin Mata. Nabi Muhammad saw berkata: "Janganlah kalian membanding-bandingkan aku atas Yunus bin Mata."

Mereka menamakannya Yunus, Dzun Nun, dan Yunan. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia yang diutus oleh Allah SWT kepada kaumnya. Beliau menasihati mereka dan membimbing mereka ke jalan kebenaran dan kebaikan; beliau mengingatkan mereka akan kedahsyatan hari kiamat dan menakut-nakuti mereka dengan neraka dan mengiming-imingi mereka dengan surga; beliau memerintahkan mereka dengan kebaikan dan mengajak mereka hanya menyembah kepada Allah SWT.

Nabi Yunus senantiasa menasihati kaumnya namun tidak ada seorang pun yang beriman di antara mereka. Datanglah suatu hari kepada Nabi Yunus di mana beliau merasakan keputusasaan dari kaumnya. Hatinya dipenuhi dengan perasaan marah pada mereka namun mereka tidak beriman. Kemudian beliau keluar dalam keadaan marah dan menetapkan untuk meninggalkan mereka. Allah SWT menceritakan hal itu dalam firman-Nya:

"Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya) maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang lalim.'" (QS. al-Anbiya': 87)

Tidak ada seorang pun yang mengetahui gejolak perasaan dalam diri Nabi Yunus selain Allah SWT. Nabi Yunus tampak terpukul dan marah pada kaumnya. Dalam keadaan demikian, beliau meninggalkan kaumnya. Beliau pergi ke tepi laut dan menaiki perahu yang dapat memindahkannya ke tempat yang lain. Allah SWT belum mengeluarkan keputusan-Nya untuk meninggalkan kaumnya atau bersikap putus asa dari kaumnya. Yunus mengira bahwa Allah SWT tidak mungkin menurunkan hukuman kepadanya karena ia meninggalkan kaumnya. Saat itu Nabi Yunus seakan-akan lupa bahwa seorang nabi diperintah hanya untuk berdakwah di jalan Allah SWT. Namun keberhasilan atau tidak keberhasilan dakwah tidak menjadi tanggungjawabnya. Jadi, tugasnya hanya berdakwah di jalan Allah SWT dan menyerahkan sepenuhnya masalah keberhasilan atau ketidakberhasilannya terhadap Allah SWT semata.

Terdapat perahu yang berlabuh di pelabuhan kecil. Saat itu matahari tampak akan tenggelam. Ombak memukul tepi pantai dan memecahkan batu-batuan. Nabi Yunus melihat ikan kecil sedang berusaha untuk melawan ombak namun ia tidak mengetahui apa yang dilakukan. Tiba-tiba datanglah ombak besar yang memukul ikan itu dan menyebabkan ikan itu berbenturan dengan batu. Melihat kejadian ini, Nabi Yunus merasakan kesedihan. Nabi Yunus berkata dalam dirinya: "Seandainya ikan itu bersama ikan yang besar barangkali ia akan selamat. Kemudian Nabi Yunus mengingat-ingat kembali keadaannya dan bagaimana beliau meninggalkan kaumnya. Akhirnya, kemarahan dan kesedihan beliau bertambah.

Nabi Yunus pun menaiki perahu dalam keadaan guncang jiwanya. Beliau tidak mengetahui bahwa beliau lari dari ketentuan Allah SWT menuju ketentuan Allah SWT yang lain; beliau tidak membawa makanan dan juga kantong yang berisi bawaan atau perbekalan, dan tidak ada seorang pun dari teman-temannya yang menemaninya; beliau benar-benar sendirian; beliau melangkahkan kakinya di atas permukaan perahu.

Si nahkoda perahu bertanya kepadanya: "Apa yang engkau inginkan?" Mendengar pertanyaan itu, Nabi Yunus pun bangkit: "Saya ingin untuk bepergian dengan perahu-perahu kalian. Apakah kita berlayar dalam waktu yang lama?" Nabi Yunus menampakkan suara yang penuh kemarahan, rasa takut, dan kegelisahan. Nahkoda itu berkata sambil mengangkat kepalanya: "Kita akan berlayar meskipun air tampak sedang pasang." Nabi Yunus berkata dengan mencoba sabar dan menyembunyikan kegelisahannya: "Tidakkah engkau mendahului agar jangan sampai pasang itu terjadi wahai tuanku?" Si nahkoda berkata: "Laut kita biasanya terkena pasang, maka ia akan segera mereda ketika melihat seorang musafir yang mulia." Yunus bertanya: "Aku akan pergi bersama kalian dan berapa ongkos perjalanan?" Si nahkoda menjawab: "Kami tidak menerima ongkos selain emas." Yunus berkata: "Tidak jadi masalah."

Nahkoda itu memperhatikan Nabi Yunus. Ia adalah seorang yang berpengalaman di mana ia sering mondar-mandir dari satu pelabuhan ke pelabuhan yang lain. Seringnya ia mengunjungi suatu tempat ke tempat yang lain menjadikannya seorang lelaki yang mampu menangkap perasaan manusia. Nahkoda itu merasakan dan mengetahui bahwa Nabi Yunus lari dari sesuatu. Nahkoda itu membayangkan bahwa Nabi Yunus melakukan suatu kesalahan tetapi ia tidak berani untuk mengungkapkan kesalahan kepada pelakunya kecuali jika pelakunya seorang yang bangkrut. Ia meminta kepada Nabi Yunus untuk membayar ongkos sebanyak tiga kali lipat dari vang biasa dibayar musafir. Nabi Yunus saat itu merasakan kesempitan dalam dadanya dan diliputi dengan kemarahan yang keras dan keinginan kuat untuk meninggalkan negerinya sehingga ia pun memberikan apa yang diminta oleh si nahkoda.

Nahkoda itu memperhatikan kepingan-kepingan emas yang ada di tangannya dan ia menggigit sebagaiannya dengan giginya. Barangkali ia akan menemukan potongan emas yang palsu namun ia tidak menemukannya. Nabi Yunus hanya berdiri menyaksikan semua itu sementara dadanya tampak terombang-ambing: terkadang naik dan terkadang turun laksana ayunan. Nabi Yunus berkata: "Tuanku tentukan bagiku kamarku. Aku tampak letih dan ingin istirahat sebentar." Si nahkoda berkata: "Memang itu tampak di raut wajahmu. Itu kamarmu," sambil ia menunjuk dengan tangannya. Kemudian Nabi Yunus membaringkan diri di atas kasur dan beliau berusaha untuk tidur tetapi usahanya itu sia-sia. Adalah gambar ikan kecil yang hancur berbenturan dengan batu menyebabkan beliau tidak dapat tidur dengan tenang. Nabi Yunus merasakan bahwa atap kamar akan jatuh menimpa dirinya. Akhirnya, Nabi Yunus tidur di atas kasurnya di mana kedua bola matanya berputar-putar di atas atap kamar tetapi pandangan-pandangannya yang gelisah itu tidak menemukan tempat perlindungan. Tempat tinggalnya di kamar itu dan atapnya dan sisi-sisinya tampak semuanya akan runtuh. Nabi Yunus pun mulai mengeluh dan berkata: "Demikian juga hatiku yang tergantung dalam jiwaku."

Demikianlah, terjadi suatu pergulatan penderitaan yang hebat dalam diri Nabi Yunus saat ia terbaring di atas ranjangnya. Penderitaan yang keras cukup memberatkannya sehingga beliau pun bangkit kembali dari tempat tidurnya tanpa sebab yang dapat dipahami. Dan tibalah waktu pasang. Perahu melemparkan tali-talinya. Kemudian perahu itu berjalan sepanjang siang dan ia memecah airnya dengan tenang, dan angin pun bertiup padanya dengan sangat lembut dan baik. Lalu kegelapan menyelimuti perahu itu dan tiba-tiba lautan pun berubah. Bertiuplah angin yang cukup kencang yang sangat mengerikan yang nyaris menghancurkan perahu dan bergolaklah ombak yang cukup dahsyat laksana orang yang kehilangan akalnya. Ombak itu meninggi bagaikan gunung dan menurun bagaikan lembah.

Mulailah gelombang ombak menyapu permukaan perahu sehingga para awak perahu itu pun mulai terkena air. Dan di belakang perahu itu terdapat ikan paus yang besar yang mulai mengintai. Ia membuka mulutnya. Kemudian terdapat perintah kepada ikan paus itu untuk bergerak menuju permukaan laut. Ikan paus itu menaati perintah dari Allah SWT dan ia segera menuju permukaan laut. Ia mulai mengikuti perahu itu sebagaimana perintah yang diterimanya. Angin yang keras tetap bertiup kemudian kepala perahu mengisyaratkan dengan tangannya agar beban perahu dikurangi. Dan angin semakin bertiup kencang. Sementara itu, Nabi Yunus merasakan ketakutan. Dalam tidurnya beliau melihat segala sesuatu berguncang di kamarnya. Beliau berusaha berdiri tegak, tetapi tidak mampu. Kemudian kepala perahu berteriak dan berkata: "Sungguh angin kencang bertiup tidak seperti biasanya. Bersama kita seseorang lelaki yang salah sehingga karenanya angin ini bertiup dengan kencang. Kita akan melakukan undian pada semua awak. Barangsiapa yang namanya keluar kami akan membuangnya ke lautan."

Nabi Yunus mengetahui bahwa ini adalah tradisi dari tradisi-tradisi yang biasa dilakukan oleh awak perahu jika mereka menghadapi angin yang keras. Tetapi saat itu beliau terpaksa harus meng-ikutinya. Episode penderitaan Nabi Yunus akan dimulai. Beliau adalah seorang Nabi yang mulia tetapi harus tunduk pada hukum ala berhala yang menganggap bahwa lautan mempunyai tuhan. Dengan kepercayaan itu, mereka meyakini bahwa bertiupnya angin yang kencang akibat murka dari tuhan. Oleh karena itu, harus diadakan upaya untuk menenangkan dan memuaskan tuhan-tuhan yang mereka yakini itu. Nabi Yunus pun terpaksa mengikuti undian itu. Nama beliau dimasukkan bersama dengan nama penumpang lainya, dan dilakukanlah undian. Yang keluar justru namanya. Lalu diadakan undian yang kedua, dan kali ini pun yang keluar nama Nabi Yunus. Akhirnya, diadakan undian yang ketiga. Lagi-lagi yang keluar nama Nabi Yunus. Kemudian ditetapkan bahwa Nabi Yunus harus dibuang ke lautan. Saat itu para awak penumpang memperhatikan Nabi Yunus. Nabi Yunus mengetahui bahwa beliau berbuat kesalahan ketika meninggalkan kaumnya dalam keadaan marah. Nabi Yunus mengira bahwa Allah SWT tidak akan menurunkan hukuman padanya. Namun ia dianggap salah karena meninggalkan kaumnya tanpa izin-Nya. Allah SWT memberikan pelajaran kepadanya.

Nabi Yunus berdiri di samping perahu dan melihat lautan yang dipenuhi dengan ombak yang mengerikan. Dunia saat itu gelap dan di sana tidak ada cahaya bulan. Bintang-bintang bersembunyi di balik kegelapan. Warna air tampak gelap dan hawa dingin menembus tulang. Alhasil, air menutupi segala sesuatu. Kemudian nahkoda perahu berteriak: "Lompatlah wahai musafir yang misterius." Tiupan angin semakin kencang. Nabi Yunus berusaha menjaga keseimbangannya, dan beliau menampakkan keberaniannya saat ingin terjun ke lautan. Nabi Yunus pun terjun dan berada di permukaan lautan laksana sampang yang mengambang. Ikan paus berada di depannya. Ikan itu mulai tersenyum karena Allah SWT telah mengirim padanya makanan malam. Kemudian ikan itu menangkap Nabi Yunus di tengah-tengah ombak. Kemudian ikan itu kembali ke dasar lautan. Ikan itu kembali dalam keadaaan puas setelah memenuhi perutnya.

Nabi Yunus sangat terkejut ketika mendapati dirinya dalam perut ikan. Ikan itu membawanya ke dasar lautan dan lautan membawanya ke kegelapan malam. Tiga kegelapan: kegelapan di dalam perut ikan, kegelapan di dasar lautan, dan kegelapan malam. Nabi Yunus merasakan bahwa dirinya telah mati. Beliau mencoba menggerakan panca inderanya dan anggota tubuhnya masih bergerak. Kalau begitu, beliau masih hidup. Beliau terpenjara dalam tiga kegelapan.

Yunus mulai menangis dan bertasbih kepada Allah. Beliau mulai melakukan perjalanan menuju Allah saat beliau terpenjara di dalam tiga kegelapan. Hatinya mulai bergerak untuk bertasbih kepada Allah, dan lisannya pun mulai mengikutinya. Beliau mengatakan: "Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah. Wahai Yang Maha Suci. Sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri." (QS. Hud: 87)

Ketika terpenjara di perut ikan, beliau tetap bertasbih kepada Allah SWT. Ikan itu sendiri tampak kelelahan saat harus berenang cukup jauh. Kemudian ikan itu tertidur di dasar lautan. Sementara itu, Nabi Yunus masih bertasbih kepada Allah SWT. Beliau tidak henti-hentinya bertasbih dan tidak henti-hentinya menangis. Beliau tidak makan, tidak minum, dan tidak bergerak. Beliau berpuasa dan berbuka dengan tasbih. Ikan-ikan yang lain dan tumbuh-tumbuhan dan semua makhluk yang hidup di dasar lautan mendengar tasbih Nabi Yunus. Tasbih itu berasal dari perut ikan paus ini. Kemudian semua makhluk-makhluk itu berkumpul di sekitar ikan paus itu dan mereka pun ikut bertasbih kepada Allah SWT. Setiap dari mereka bertasbih dengan caranya dan bahasanya sendiri.

Ikan paus yang memakan Nabi Yunus itu terbangun dan mendengar suara-suara tasbih begitu riuh dan gemuruh. Ia menyaksikan di dasar lautan terjadi suatu perayaan besar yang dihadiri oleh ikan-ikan dan hewan-hewan lainya, bahkan batu-batuan dan pasir semuanya bertasbih kepada Allah SWT dan ia pun tidak ketinggalan ikut serta bersama mereka bertasbih kepada Allah SWT. Dan ia mulai menyadari bahwa ia sedang menelan seorang Nabi. Ikan paus itu merasakan ketakutan tetapi ia berkata dalam dirinya mengapa aku takut? Bukankah Allah SWT yang memerintahkan aku untuk memakannya. Nabi Yunus tetap tinggal di perut ikan selama beberapa waktu yang kita tidak mengetahui batasannya. Selama itu juga beliau selalu memenuhi hatinya dengan bertasbih kepada Allah SWT dan selalu menampakkan penyesalan dan menangis: "Tiada Tuhan selain Engkau ya Allah Yang Maha Suci. Sesungguhnya aku termasuk orang yang menganiaya diri sendiri." Allah SWT melihat ketulusan taubat Nabi Yunus. Allah SWT mendengar tasbihnya di dalam perut ikan. Kemudian Allah SWT menurunkan perintah kepada ikan itu agar mengeluarkan Yunus ke permukaan laut dan membuangnya di suatu pulau yang ditentukan oleh Allah SWT.

Ikan itu pun menaati perintah Ilahi. Tubuh Nabi Yunus merasakan kepanasan di perut ikan. Beliau tampak sakit, lalu matahari bersinar dan menyentuh badannya yang kepanasan itu. Beliau berteriak karena tidak kuatnya menahan rasa sakit namun beliau mampu menahan diri dan kembali bertasbih. Kemudian Allah SWT menumbuhkan pohon Yaqthin, yaitu pohon yang daun-daunnya lebar yang dapat melindungi dari sinar matahari. Dan Allah SWT menyembuhkannya dan mengampuninya. Allah SWT memberitahunya bahwa kalau bukan karena tasbih yang diucapkannya niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan sampai hari kiamat.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Yunus beriar-benar salah seorang rasul. (Ingatlah) ketika ia lari ke kapal yang penuh muatan, kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian. Maka ia ditelan oleh ihan besar dalam keadaan tercela. Maka kalau sekiranya ia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. Dan Kami utus dia kepada seratus orang atau lebih. Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu." (QS. ash-Shaffat: 139-148)

"Dan (ingatlah kisah) Dzunnun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu mereka menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: 'Bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang-orang yang lalim.' Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (QS. al-Anbiya': 87-88)

Kita sekarang ingin membahas masalah yang menurut ulama disebut sebagai dosa Nabi Yunus. Apakah Nabi Yunus melakukan suatu dosa dalam pengertian yang hakiki, dan apakah para nabi memang berdosa? Jawabannya adalah: Para nabi adalah orang-orang yang maksum tetapi kemaksuman ini tidak berarti bahwa mereka tidak melakukan sesuatu yang menurut Allah SWT itu pantas mendapatkan celaan (hukuman). Jadi masalahnya agak relatif. Menurut orang-orang yang dekat dengan Allah SWT: Kebaikkan orang-orang yang baik dianggap keburukaan bagi al-Muqarrabin (orang-orang yang dekat dengan Allah SWT). Ini memang benar. Sekarang, marilah kita amati kasus Nabi Yunus. Beliau meninggalkan desanya yang banyak dipenuhi oleh orang-orang vang menentang. Seandainya ini dilakukan oleh orang biasa atau oleh orang yang saleh selain Nabi Yunus maka hal itu merupakan suatu kebaikan dan karenanya ia diberi pahala. Sebab, ia berusaha menyelamatkan agamanya dari kaum yang durhaka. Tetapi Nabi Yunus adalah seorang Nabi yang diutus oleh Allah SWT kepada mereka. Seharusnya ia menyampaikan dakwah di jalan Allah SWT dan ia tidak peduli dengan hasil dakwahnya. Tugas beliau hanya sekadar menyampaikan agama. Keluarnya beliau dari desa itu— dalam kacamata para nabi—adalah hal yang mengharuskan datangnya pelajaran dari Allah SWT dan hukuman-Nya padanya.

Allah SWT memberikan suatu pelajaran kepada Yunus dalam hal dakwah di jalan-Nya. Allah SWT mengutusnya hanya untuk berdakwah. Inilah batasan dakwahnya dan beliau tidak perlu peduli dengan kaumnya yang tidak mengikutinya dan karena itu beliau tidak harus menjadi sedih dan marah. Nabi Luth tetap tinggal di kaumnya meskipun selama bertahun-tahun berdakwah beliau tidak mendapati seorang pun beriman. Meskipun demikan, Nabi Luth tidak meninggalkan mereka. Ia tidak lari dari keluarganya dan dari desanya. Beliau tetap berdakwah di jalan Allah SWT sehingga datang perintah Allah SWT melalui para malaikat-Nya yang mengizinkan beliau untuk pergi. Saat itulah beliau pergi. Seandainya beliau pergi sebelumnya niscaya beliau akan mendapatkan siksaan seperti yang diterima oleh Nabi Yunus. Jadi, Nabi Yunus keluar tanpa izin. Lalu perhatikan apa yang terjadi pada kaumnya. Mereka telah beriman setelah keluamya Nabi Yunus. Allah SWT berfirman:

"Dan mengapa tidak ada penduduk suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka (kaum Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang tertentu." (QS. Yunus: 98)

Demikianlah, desa Nabi Yunus beriman. Seandainya ia tetap tinggal bersama mereka niscaya ia akan mengetahuinya dan hatinya menjadi tenang serta kemarahannya akan menjadi hilang. Tampaknya beliau tergesa-gesa dan tentu sikap tergesa-gesa ini berangkat dari keinginannya agar manusia beriman. Usaha Nabi Yunus untuk meninggalkan mereka adalah sebagai ungkapan kebenciannya kepada mereka atas ketidakimanan mereka. Maka Allah SWT menghukumnya dan mengajarinya bahwa tugas seorang nabi hanya menyampaikan agama. Seorang nabi tidak dibebani urusan keimanan manusia; seorang nabi tidak bertanggung jawab atas pengingkaran manusia; dan seorang nabi tidak dapat memberikan hidayah (petunjuk) kepada mereka.
Read More ->>

Kisah Nabi Zakaria AS


Seorang nabi dari para nabi Bani Israil, seperti yang dikatakan bahwa dialah: Ibnu Barkhiya, ibn Daan. Ada yang mengatakan: Ibnu Ladun bin Muslim bin Shaduq. Nasabnya sampai pada Nabi Sulaiman ibn Daud as.

Al Hakim meriwayatkan dan menshahihkan hadits dari Ibnu Mas’ud yang berkata:

كان آخر أنبياء بني إسرائيل زكريا بن أدن بن مسلم وكان من ذرية يعقوب

”Sesungguhnya dialah nabi terakhir bani Israil; Zakariya bin Adn bin Muslim dari anak cucu Ya’qub...”

Adalah termasuk putra nabi yang menulis wahyu di Baitul Maqdis, bekerja menjaga haikal di sana, memandu Bani Israil dan mengajak mereka ke jalan Allah yang lurus. Di samping itu ia memiliki pekerjaan profesional, seperti yang diriwayatkan Imam Muslim dalam kitab shahihnya dari hadits Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda:

كَانَ زَكَرِيَّاءُ نَجَّارًا

Nabi Zakariya adalah seorang tukang kayu.

Namanya diulang dalam Al Qur’an sebanyak tujuh kali, dan kisahnya dituturkan dalam surah-surah ini.[1]

Ringkasan kisahnya adalah bahwa ia hidup sampai usia senja belum memiliki anak, isterinya dikenal mandul di masa mudanya, tidak bisa melahirkan anak. Keduanya ridha dengan qadha qadar Allah. Ketika suatu hari ia masuk ke ruang Maryam –putri saudara perempuan isterinya, ia menjadi pengasuhnya- ia melihat di ruang Maryam itu ada rizki dari Allah yang sangat menakjubkan. Ia melihat ada buah-buahan yang tidak musimnya. Ia bertanya kepadanya: Dari mana buah-buah ini? Maryam menjawab: Dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah memberikan rizki kepada siapapun yang dikehendaki tanpa diduga-duga.

Jawaban ini menggerakkan hatinya yang secara fitrah ingin dikaruniai anak. Ia bertanya-tanya dalam hati. Bukankah rizki yang diberikan kepada Maryam itu itu adalah rizki yang baik. Bukankah Dzat yang memberikan buah-buahan bukan pada musimnya itu, pasti sangat mampu memberikan anak kepadaku. Tulang-tulangku sudah rapuh, kekuatan fisikku sudah menurun, dan umurku sudah uzur.

Di sisi lain ia ketakutan akan keadaan Bani Israil sepeninggalnya, khawatir ada hal-hal yang tidak sesuai dengan syariah Allah. Maka ia berdoa kepada Rabbnya di tengah malam, dengan doa yang lirih, tidak terdengar makhluk lainnya, agar Allah mengkaruniakan anak yang shalih yang bisa mewarisi kenabian dan hikmah di Bani Israil, dapat mewarisi keluarga Nabi Ya’qub, sebagaimana Allah telah muliakan mereka dengan kenabian dll.

Allah kabulkan doanya. Malaikat, atas perintah Allah, memanggilnya ketika ia sedang berdiri shalat di mihrab: Sesungguhnya Allah memberikan kabar gembira kepadamu dengan YAHYA membenarkan kalimat Allah, seorang pemimpin, menahan diri dari nafsu, seorang nabi, termasuk keturunan orang-orang shalih.

Nabi Zakariya terkejut kedatangan berita gembira itu dalam usia senjanya, dengan kondisi fisiknya yang lemah. Isterinya yang mandul benar-benar terkejut sebagaimana terkejutnya Sarah isteri Nabi Ibrahim as ketika mendapatkan berita gembira Nabi Ishaq, dan setelah Ishaq Ya’qub, dalam usia senja, dan suaminya seorang tua senja usia. Jawaban dari Allah adalah:

Hal ini sangatlah ringan bagi-KU, sebab yang telah menciptakanmu dari yang tidak pernah ada, tidak akan kesulitan memberikan kepadamu seorang anak, dengan kondisimu dan isterimu seperti sekarang ini.

Kemudian ia meminta tanda dari Rabbnya: tanda kehamilan isterinya, mengandung anak yang dijanjikan itu. Lalu memberitahukannya: bahwa tandanya adalah bahwa mulutnya tidak akan bisa berbicara dengan sesama manusia –padahal ia manusia sempurna, sehat fisik-selama tiga hari. Hanya bisa berisyarat dengan tangan, atau isyarat lain yang memahamkan orang. Dan selama tiga hari itu ia harus memperbanyak bertasbih, bertahmid di waktu pagi dan petang. Ia melaksanakan perintah Allah itu. Allah karuniakan Yahya as dalam bentuk seperti yang Allah janjikan.

Kemudian Allah mengujinya dengan terbunuhnya anak ini di masa hidupnya, di hadapannya, di tangan orang-orang zhalim dari Bani Israil. Hatinya tidak berubah, ia hanya bersabar, berserah diri kepada Allah. Bahkan ketika Bani Israil telah berkumpun untuk membunuhnya ia tidak gentar dan mengaduh. Dengan itulah Bani Israil mendapatkan murka dan kutukan Allah.

Dari kisah Nabi Zakariya ini banyak pelajaran yang kita dapat:

Pelajaran Pertama:

Bahwasannya ketika ia berdoa:

5. ...Maka anugerahilah Aku dari sisi Engkau seorang putera,
6. Yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; QS. Maryam

Tidak bermaksud warisan harta, seperti yang diduga oleh sebagian kaum muslimin yang dalam jiwanya ada tersimpan tujuan buruk di balik dugaan itu. Ibnu Jarir Ath Thabariy menafsirkan –semoga karena lupa- meriwayatkan dari Abu Shalih yang mengatakan: ”Ungkapannya - Yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub- ia katakan: yang mewarisi harta bendaku setelah aku wafat, dan mewarisi dari kenabian dari keluarga Ya’qub. Hal ini karena Nabi Zakariya adalah termasuk anak cucu Ya’qub. Seperti yang kami katakan dalam hal ini, para ahlutta’wil mengatakan riwayat dari Abu Shalih: ungkapan -Yang akan mewarisi Aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub- mewarisi harta dariku, dan mewarisi kenabian dari keluarga Ya’qub.

Dan yang dimaksudkan warisan di sini adalah warisan kenabian (Nubuwwah) dan hukum bagi Bani Israil karena beberapa dalil berikut ini:
Diriwayatkan oleh para penulis kitab shahih (ashabushshihah) musnad dan sunan, dll dari beberapa orang sahabat. Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Kami para Nabi tidak diwarisi hartanya
Sesungguhnya harta dunia itu sangat hina di mata para nabi, apalagi sampai menyimpannya, merebutkannya, atau memperhatikannya sehingga meminta agar anak-anaknya tidak terlantar sepeninggalnya. Faktanya bahwa orang-orang yang zuhud saja –padahal mereka tingkatannya di bawah para nabi- tidak pernah meminta kepada Tuhannya agar anaknya dapat mewarisi harta bendanya, maka bagaimana mungkin para nabi yang berkedudukan tinggi meminta hal yang serendah itu?

Bahwa Nabi Zakariya dulunya seorang tukang kayu, bekerja dengan tangannya sendiri, makan dari hasil kerjanya, dan umumnya para nabi itu tidak memforsir dirinya untuk bekerja apalagi menyediakan peniggalan bagi anak cucunya, kesibukan utamanya adalah berdakwah. Hal ini banyak diungkapkan oleh Ibnu Katsir dalam tiga bukunya.[2]

Pelajaran Kedua,

Bahwa ibadah terutama shalat dan doa berperan penting dalam mendapatkan anugerah dan rahmat Allah yang lebih banyak lagi. Berita gembira karunia anak telah disampaikan kepada Nabi Zakariya, ketika sedang shalat. Firman Allah:

39. Kemudian malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi termasuk keturunan orang-orang saleh". QS. Ali Imran

90. Maka kami memperkenankan doanya, dan kami anugerahkan kepada nya Yahya dan kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada kami dengan harap dan cemas. dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada kami. QS. Al Anbiya

Pelajaran Ketiga,

Pertanyaan Nabi Zakariya tentang keberadaan anak pada saat dia dan isterinya dalam keadaan seperti itu, bukan karena ketidak tahuan dan pengingkarannya. Karena ia adalah seorang nabi, tetapi pertanyaan itu muncul karena kekaguman seperti yang dikatakan Sarah (isteri Nabi Ibrahim):

72. Isterinya berkata: "Sungguh mengherankan, apakah Aku akan melahirkan anak padahal Aku adalah seorang perempuan tua, dan Ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?. Sesungguhnya Ini benar-benar suatu yang sangat aneh." QS. Huud

Atau karena karena pengetahuannya tentang orang yang layak dikaruniai anak, atau akan hilang ketuaannya dan kembali muada, atau anak itu datang dalam keadaannya saat itu?

Pelajaran ke empat,

Ibnu Katsir menulis dalam Qashashul Anbiya, Maksudanya adalah bahwa Allah swt menyuruh Rasulullah saw agar menceritakan kisah Nabi Zakariya kepada ummat manusia, termasuk di dalamnya adalah Allah karuniakan anak kepadanya ketika sudah berusia senja, dan isterinya mandul sejak muda, dan sudah lanjut usia pula, sehingga tidak ada seorangpun yang berputus asa dari rahmat Allah.

2. (yang dibacakan Ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,
3. Yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut. QS. Maryam

Pelajaran ke lima,

Permintaan Nabi Zakariya akan ayat (tanda) bukan karena ragu, tetapi seperti yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim as.

260. ... "Aku Telah meyakinkannya, akan tetapi agar hatiku tetap mantap (dengan imanku) QS. Al Baqarah

Atau ingin segera bergembira, menerima nikmat itu dengan syukur ketika mendapatkannya, dan tidak menundanya sehingga menjadi sesuatu yang biasa-biasa saja.

Pelajaran keenam

Teradapat riwayat dari sebagian ahlul kitab tentang cara Bani Israil membunuh Nabi Zakariya setelah membunuh putranya –nabi Yahya – di hadapannya, iblis yang menunjukkannya ketika ia masak ke dalam batang pohon, dan ancaman Allah jika ia mengaduh maka akan dicabut namanua dari catatan nama para nabi, dst. Semuanya adalah keanehan, apalagi tidak adanya sanad yang valid. Dan yang lebih baik dalam kondisi seperti ini adalah kembali kepada Al Qur’an dan As Sunnah yang shahih.

Pelajaran ke tujuh,

Kata Zakariya, dibaca dengan huruf ”YA” panjang dan pendek.
Read More ->>
TERIMAKASIH. Diberdayakan oleh Blogger.